Teks -- Kejadian 1:26-31 (TB) 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi ." 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya Kita sebagai orang Kristen memiliki tujuan hidup untuk menyembah Tuhan dengan tujuan supaya kita lebih mengenal Allah sang pencipta dan juga lebih mengasihi Allah secara mendalam dan seluruhnya. Kita memiliki tujuan hidup untuk membangun hubungan yang baik dan memiliki makna dengan sesama manusia selama kita hidup dan ini berlaku untuk semua Reni akhirnya mengerti bahwa Tuhan sedang mengajarinya untuk menjadi pengelola dan bendahara yang baik bagi Tuhan, sekaligus memulihkan hubungan dalam keluarganya. Apapun yang sedang kita hadapi, ingatlah bahwa segala sesuatu yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita, tidaklah pernah sia-sia. Seburuk apapun itu nampaknya, tujuannya adalah Tokoh utamanya adalah Ja’ad bin Dirham dan Jahm bin Shafwan. Menurut Asy-Syahrastani 548 H/1153 M, Jabariyah adalah paham yang menafikan perbuatan dari hamba secara hakikat dan menyerahkan perbuatan tersebut kepada Allah. Artinya, manusia tidak punya andil sama sekali dalam melakukan perbuatannya, Tuhanlah yang menentukan segala-galanya. Nats Khotbah: 2 Petrus 1:3-11) Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. (ay. 3) Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar 23. "Tugas kita hanya menjalani takdir Allah dengan ikhlas. Jangan tanya kenapa karena Allah tahu yang terbaik untuk kita." 24. "Ketika ada yang bilang setiap orang punya takdirnya masing masing, berusahalah temukan takdir terbaikmu." 25. "Baik dan buruk adalah pilihan di dalam takdir. Tinggal manusia mau berusaha atau tidak. Meskipun masa depan terlihat samar-samar, namun dengan membaca ayat Alkitab tentang masa depan cerah dan penuh harapan hal tersebut bisa memberikan motivasi seperti berikut ini. 1. Amsal 23:18. “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”. 2. Meskipun pada aliran politeisme menyebut adanya banyak tuhan, tetapi dalam bahasa Indonesia, istilah yang dipakai adalah "dewa" (contoh: dewa Zeus, bukan tuhan Zeus ). Biasanya istilah dewa dipakai sebagai kata sandang untuk menyebut penguasa alam semesta yang jamak, bisa dibayangkan dan dilukiskan secara nyata, sedangkan istilah tuhan dipakai IfHkg.